Tampilkan postingan dengan label DUNIA FARMASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA FARMASI. Tampilkan semua postingan

ACARBOSE


NAMA GENERIK                                     : Acarbose

GOLONGA / KELAS TERAPI                : Hormon, obat Endokrin lain dan kontraseptik

NAMA DAGANG                                    : Glucobay , precise

INDIKASI                                   : sebagai tambahan pada terapi OHO SULFONILUREA  atau biguanida pada diabetes mellitus  yang tak dapat dikendalikan dengan diet dan obat-obat tersebut.Acarbose terutama sangat bermanfaat  bagi pasien DM  yang cenderung meningkat kadar gula darahnya segera setelah makan  (hiperglikemia postprandial), pasien DM yang diterapi dengan insulin, umumnya akan menurun  penggunaan insulinya jika sudah dikombinasi dengan acarbose.
Dosis, Cara dan Lama pemberian :  obat ini umumnya diberikan dengan dosis awal 50 mg dan dinaikan secara bertahap sampai 150-600 mg/hari
Efek samping                              : Acarbose tidak diserap kedalam darah, oleh sebab itu efek samping sitemiknya minimal.  Efek samping yang sering terjadi terutama gangguan lambung, lebih banyak gas, lebih sering flatus dan kadang-kadang diare, yang akan berkurang setelah pengobatan berlangsung lebih lama. Efek samping ini dapat berkurang dengan mengurangi  konsumsi karbohidrat. Kadang-kadang dapat terjadi gatal-gatal dan bintik-bintik  merah pada kulit, sesak nafas,  tenggorokan terasa tersumbat  pembengkakan pada bibir lidah atau wajah.  Bila diminum bersama-sama obat sulfonylurea  atau dengan insulin, dapat terjadi hipoglikemia yang hanya dapat diatasi  dengan pemberian  sukrosa (gula pasir).
Informasi pasien                          :  - jangan konsumsi oabat tanpa seizing dokter atau apoteker, obat ini hanya berperan  sebagai pengendali diabetes,  bukan penyembuh.  Jika anda  merasakan gejala-gejala hipoglikemia( pusing, lemas, gemetar,  pandangan berkunang-kunang), pitam (pandangan menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung meningkat,  segera hubungi dokter. Jika anda sudah  sudah pernah mengalami hipoglikemia, selau bawa sekantung  kecil gula jika anda berpergian. Segera makan gula begit anda mendapat serangan hipoglikemia.  Obat ini tidak boleh dikonsumsi  semasa hamil atau menyusui, kecuali  sudah diizinkan dokter.
Mekanisme aksi                         :Menghambat enzim alfa  glukosidase yang terletak pada dinding usus  halus dan menghambat  enzim alfa amylase pankreas,  sehingga secara keseluruhan  mengahmbat  pencernaan  dan absorpsi karbohidrat. Acarbose tidak merangsang  sekresi insulin oleh sel-sel B-langerhans kelenjar pancreas.   

  


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

OBAT GENERIK (hafalanku yang I)

ACARABOSE
 Golongan : hormon, obat endkrin dan kontraseptik
Indikasi :  sebagai tambahan pada terapi OHO sulfonilurea atau biguanida pada DM
 Nama paten :glukobay, precose.

ALLOPURINOL
golongan : antipirai
indikasi : hyperuricemia
pemakaian :  setelah makan

APRAZOLAM
Golongan : psikotropika
indikasi : Gangguan kecemasan

AMBROKSOL HCL
golongan :  untuk saluran pernafasan
indikasi : penyaikt pada  saluran pernafasan akut dan kronik

AMIKASIN
golongan : antiinfeksi
indikasi : pengobatan infeksi serius dari organeisme yang resisten 




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

SATUAN DASAR


Satuan dasar pengukuran pada system ukuran rumah tangga adalah tetes, sendok makan, sendok the,  gelas ukur, pint, quart, satuan-satuan tersebut disingkat sebagi berikut
·         Tetes = gtt
·         Sendok the = sdt
·         Sedok makan = sdm
·         Cup = c
·         Pint = pt
·         Quart = qt

Terdapat perbedaa pendapat  diantara pendidikan di bidang kesehatan  mengenai bagaimana mengkonversi pengukuran apothecary dan metric pengukuran rumah tangga nilai ekuivalensi  antara pengukuran  rumah tangga, metric dan apotechcary dijelaskan sebagai berikut :


Ukuran rumah tangga

Metrik

Apothecary

60 tetes (gtt)
1 sendok the (sdt)
3 sendok the
1 sendok makan (sdm)
2 sendok makan
1 cup (c)
1 pint( pt)
1 quart (qt)

5 ml
5 ml 
15 ml
15 ml
30 ml
240 ml
500 ml
1000 ml

1 sendok the (sdt)
1 fluidram (fl dr)
½ ounce (oz )
4 fluidram
1 once
8 once
16 0nce
32 0nce





Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

SIFAT MAKROMOLEKUL OBAT


·         Sebagian besar reseptor merupakan protein, karena struktur peptida dapat membentuk berbagai bentuk dan muatan listrik
·         Dimasa kini reseptor ditemukan dengan memprediksi  struktur atau rangkaian  homologi dari reseptor  lain yang sudah dikenal  dan obat yang terikat dengan reseptor  baru tersebut dapat dikembangkan menggunakan metode skrining kimiawi
·         Reseptor obat yang paling dikenal adalah protein,  protein regulator yang menjadi perantara senyawa-senyawa kimia endogen, seperti neurontransmiter, autokoid dan hormon.
·         Tiga aspek fungsi reseptor obat berdasarkan tingkat kompelsitasnya
1.      Reseptor sebagai factor penentu  hubungan kuantitatif antara konsentrasi  obat dengan respon farmakologinya.
2.      Reseptor sebagai protein regulator dan komponen mekanisme pensinyalan kimiawi yang menjadi  target obat-obat penting (KATZUGN, 2010)

IN ENGLISH...............

NATUR OF MAKROMOLEKUL DRUG
·         The most of reseptor is protein , because the struktur of peptide can form various form and electricity.
·         Present day reseptor is found by approximating of structure or network homologi from another reseptor have been known. And that drug have bound with new reseptor  can developed by use chemical  skrining methode.
·         The most reseptor know n are protein, protein regulator become chemical  compound medium of endogen , such as neurontransmiter, autokoid and  hormone.
Three function reseptor medicine pursuant to complexity leves vis
1.      Reseptor as determinant quantitative between concentration drug and farmakologi respon

2.      Reseptos as regulator protein dan component to become important goal medicine  

      WRITER....NURMIN HUSEN...


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

ANTIHIPERTENSI

kali ini postingan ku untuk belajar kembali pelajaran semester kemarin nhe.. let's read !

Hipertensi atau tekanan darah tinggi  adalah suatu keadaan  dengan tensi (tekanan darah ) yang melebihi batas normal
OBAT-OBAT HIPETENSI
1.    Golongan diuretic
Diuretik meningkatkan pengeluaran garam dan air  oleh ginjal hingga volume darah dan tekanan darah  menurun. Disamping itu berpengaruh langsung terhadap dinding pembuluh, yakni penurunan kadar natrium membuat dinding lebih tebal  terhadap non adrenalin, hingga daya tahnnya berkurang.
Diuretic dibagi menjadi 3  yaitu :
a.    Golongan thiazida
Obat golongan ini bekerja dengan cara menghambat  transport NaCl di tubulus ginjal sehingga  ekskresi Na+  dan Cl-  meningkat contohnya hidroclorothiazida, klotalidon, indapamid, metalazon, ximpamid.

b.    Diuretic kuat
Diuretik kuat bekerja di ansa henle esenden bagian epitel dengan cara menghambat  konstranspor Na+, K+, Cl-, dan menghambat reabsorpsi air dan elektrolit.  Mula kerjanya lebih cepat  dan efek diuretiknya  lebih kuat dari pada golongan thiazid. Oleh karena itu  diuretic kuat jarang digunakan  sebagai antihipertensi kecuali  pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal
Contoh : furosemid, torsemid, burnetanid, asam etakrinat.
  
c.    Diuretic hemat kalium
Penggunaanya terutama dalam kombinasi  dengan diuretic lain untuk untuk mencegah hiperklemia.
Contoh : amilorid, spironoakton, tiamteren.

2.    Penghambat adrenoseptor beta (beta-bloker)
Berbagai mekanisme  penurunan tekanan  darah akibat pemberian betabloker  dapat dikaitkan dengan hambatan reseptor beta antara lain :
a.    Penurunan frekuensi  penurunan jantung  dan kontraktilitas  miokard  sehingga menurunkan  curah jantung.
b.    Hambatan sekresi renin di sek-sel  justaglumeruler ginjal dengan  akibat penurunan  prosuksi angiotensin dua
c.    Efek sentral yang mempengaruhi  aktifitas saraf simpatik, perubahan pada efektifitas neuron adrenergic perifer dan peningkatan  biosintesis prostasiklin.
Contoh
a.    Kardio selektif : asebutolol, akmolol, bisopirolol, metaprolol dll.
b.    Non selektif : alprenolol, nodalol, karteolol, pindolol, propanolol, timlol, dll.
3.    Penghambat adrenoseptor Alfa (alfa-bloker)
Hambatan reseptor alfa menyebabkan vasodilatasi di arterior dan venalo sehingga menurunkan resistensi periffer. Disamping itu  venalo sehingga menurunkan resistensi perifer.  Disamping itu  venodilartasi  menyebabkan aliran balik vena berkurang yang selanjutnya menurunkan curah jantung.
Contohnya prazosin, terazosin, bunazosin, doksazosin.dll.

4.    Zat-zat dengan kerja pusat
Agonis alfa adrenergeik menstimulasi reseptor alfa 2 adrenerg yang banyak sekali terdapat di susunan saraf pusat (otak dan medulla).  Akibat perangsangan ini melalui  suatu mekanisme  feedback negative, antara lain aktifitas saraf adrenerg perifer dikurangi.
Contoh obat : klonidin dan moxonidin, metildopa, dan guanfasin.

5.    Antagonis kalsium
Antagonis Ca menghambat pemasukan ion. Ca ekstra sel ke dalam sel dengan demikian dapat mengurang  penyaluran implus dan kontraksi myocard serta dinding pembuluh. Senyawa ini tidak mengurangi kadar  Ca di plasma. Antagonis kalsium  dapat dibedakan  menjadi 2 kelompok yakni:
a.    Ca-Over-laad-bloker, yang melawan kenaikan kadar Ca berllebihan didalam sel. Misalnya flunarizin .
b.     Ca-Entri-blokers yang menghambat pemasukan kalsium kedalam sel myocard dan otot polos dinding anterior  yanag terangsang dan  dengan demikian  mencegah kontraksi  dan vasokontriksi. Contoh obat nifedipin, nicardipin.

6.    Penghambat system renin angiotensin(SRAA)
a.    Penghambat angiotensin converting enzyme (ACE inhibitor)
ACE inhibitor menghambat perubahan AT I menjadi AT II sehingga terjadi vasodilatasi  atau penurunan sekresi  aldosteron. Selain itu degradasi bradikinin  juga dihambat  sehingga kadar  bradikinin dalam darah  meningkat dan berperan dalam efek vasodilatasi  (ACE inhibitor). Vasodilatasi secara langsung akan  menurunkan tekanan darah, sehingga berkurangnya aldosteron. Akan enyebabkan ekskresi air, natrium dan retensin kalium.
Contoh : kaptopril,  benezepril, fisolnipril, lisiniprol, quinapril, remipril, imidapril,dll.

b.    Angiotensin reseptor angiotensin II (angiotensin receptor bloker, ARB)
ARB sangat selektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan kadar renin tinggi, tapi kurang efektif pada  hipertensi dengan kadar renin yang rendah. Pemberian ARB menurunkan  tekanan darah tanpa mempengaruhi frekuensi denyut jantung. Contoh obat : lasortan, valsartan, irbesartan, felmisartan.dll

7.    Vasodilator

Zat-zat yang berkhasiat vasodilatasi langsung terhadap arteriole dan dengan demikian  menurunkan tekanan darah tinggi. Contoh obat hidrolazin, dinidrolazin, minoksidil.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

SISTEM SARAF

semua organ tubuh mengandung unsur saraf. pada dasarnya, sistem saraf menghimpun rangsangan  dari lingkungan,  mengubah rangsangan menjadi impuls saraf,  dan meneruskan impuls ini ke suatu daerah   penerima dan korelasi yang teroganisasi baik

1. sel saraf 

  sel saraf atau neuron terdiri atas:
                           dendrit 
                           badan sel
                           neurit/akson

badan sel  terdiri atas :
                          membran sel 
                          sitoplasma
                          nukleus
                          dan retikulum endoplasma

dendrit merupakan serat-serat yang melekat pada sel  yang berfungsi sebagai penerima rangsang, rangsangan yang diterima akan diubah menjadi impuls.
retikulum endoplasma membentuk kelompok yang dinaman badan nissl 


neurit atau akson merupakan percabangan dari badan sel  yang panjang dan ujungnya bercabang, yang berguna untuk meneruskan rangsangan ke kelenjar otot atau sel saraf lainnya. bagian ini dinamakan bagian terminal akson atau telodendron

neurit ditutupi oleh selubung kecil yang dinamakan neurilema  selubung ini terdiri atas lemak  yang berguna menyelubingi akson  
dibawah neurilema terdapat sel scwhann. sel ini membemtuk mielin 

bagian akson tidak tertutupi secara utuh oleh ssselubung mielin dinamakan nodus ranvier

menurut fungsinya neuron terbagi atas (dikelompokan) menjadi tiga yaitu
                                                                                            neuron sensoris
                                                                                            neuron intermediet
                                                                                            neuron motoris
 
dikutip dari buku cerdas belajar biologi karya oman karmana

setelah membaca pokok bahasaan diatas silahkan perhatikan gambar di bawah ini agar lebih jelas


Add caption

                                               

silahkan bandingkan kekurangan dan kelengkapan kedua gambar ini agar lebih jelas



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Tetrasiklin


   A.    Tetrasiklin
           1.      Defenisi tetrasiklin
pemberian antibiotic dalam resepobat yang diberikan dokter terkadang membuat dilema sebagian orang . pemakaian yang terlalu lama dan terlalu sering ternyata bisa mengakibatkan efek samping yang kurang baik bagi tubuh . Antibiotik tetrasiklin merupakan salah satu antibiotic yang paling banyak digunakan dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Tetracycline / tetrasiklin merupakan kelompok antibiotika yang dihasilkan oleh jamur Streptomyces Aureofaciens. Antibiotika ini merupakan derivate dari senyawa hidronaftalen dan berwarna kuning. Dalam kedokteran hewan golongan tetracycline yang sering digunakan adalah khlortetrasiklin, oksitetrasiklin dan tetrasiklin. beberapa nama paten dari kelompok tetrasiklin yaitu : Achromycin (tetrasiklin), Minocin (minosiklin), Terramycin (Oksitetrasiklin), vibramycin(doksisiklin) dsb.
Tetrasiklin adalah zat anti mikroba yang diperolah denga cara deklorrinasi klortetrasiklina, reduksi oksitetrasiklina, atau denga fermentasi (3).
            Tetrasiklin mempunyai mempunyai potensi setara dengan tidak kurang dari 975 μg tetrasiklin hidroklorida,(C22H24N2O8.HCl),per mg di hitung terhadap zat anhidrat (4).
            Struktur kimia dari tetrasiklin adalah sebagai berikut:

Gambar.1.Struktur Tetrasiklin (2)

Tabel 1. Struktur kimia golongan tetrasiklin (1)
Jenis tetrasiklin
Gugus
R1
R2
R3
1. Klortetrasiklin
 -Cl
 -CH3, -OH
-H, -H 
2. Oksitetrasiklin
 -H
 -CH3, -OH
-OH, -H  
3. Tetrasiklin
 -H
 -CH3, -OH
-H, -H 
4. Demeklosiklin
 -Cl
 -H, -OH
-H, -H  
5. Doksisiklin
 -H
 -CH3, -H
-OH, -H   
6. Minosiklin
 -N(CH3)2
 -H, -H 
-H, -H 

 2.      Fungsi tetrasiklin
Pada dasarnya antibiotic tetrasiklin ini berfungsi untuk menekan pertumbuhan bakteri. Kemampuan antibiotic tetrasiklin untuk mencegah dan menekan hidup bakteri agar tidak berkembang didalam tubuh secara sporadic

3.      Mekanisme kerja tetrasiklin
Golongan Tetrasiklin termasuk antibiotika yang bersifat bakteriostatik dan bekerja dengan jalan menghambat sintesis protein kuman. 
Golongan Tetrasiklin menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnya. Paling sedikit terjadi 2 proses dalam masuknya antibiotika Tetrasiklin ke dalam ribosom bakteri gram negatif; pertama yang disebut difusi pasif melalui kanal hidrofilik, kedua ialah sistem transportasi aktif. 
Setelah antibiotika Tetrasiklin masuk ke dalam ribosom bakteri, maka antibiotika Tetrasiklin berikatan dengan ribosom 30s dan menghalangi masuknya komplek tRNA-asam amino pada lokasi asam amino, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak. 
Pada umumnya efek antimikroba golongan Tetrasiklin sama (sebab mekanisme kerjanya sama), namun terdapat perbedaan kuantitatif dari aktivitas masing-masing derivat terhadap kuman tertentu. Hanya mikroba yang cepat membelah yang dipengaruhi antibiotika Tetrasiklin.
4.      Sifat kimiawi tetrasiklin
Tetrasiklin mudah membentuk garam dengan ion NA+ maupun Cl- . Obat ini dalam bentuk kering bersifat stabil, tidak demikian halnya bila antibiotika ini berada dalam larutan air. Untuk tetrasiklin sediaan basah perlu ditambahkan buffer. Dalam larutan tetrasiklin yang biasa digunakan untuk injeksi mengandung buffer dengan pelarut propylen glikol pada pH 7,5, dapat tahan 1 tahun pada suhu kamar sampai 45O C. Bila pH lebih tinggi dari 7,5 maka tingkat kestabilan tetrasiklin akan menurun.
5.       FARMAKOKINETIK
1.      Absorbsi
     Kira-kira 30-80% tetrasklin diserap lewat saluran cerna. Doksisiklin dan minosiklin diserap lebih dari 90%. Absorpsi ini sebagian besar berlangsung di lambung dan usus halus bagian atas. Berbagai faktor dapat menghambat penyerapan tetrasiklin seperti adanya makanan dalam lambung (kecuali doksisiklin dan monosiklin), pH tinggi, pembentukan kelat (kompleks tetrasiklin dengan zat lain yang sukar diserap seperti kation Ca2+, Mg2+, Fe2+, Al3+, yang terdapat dalam susu dan antasid). Oleh sebab itu sebaiknya tetrasiklin diberikan sebelum atau 2 jam setelah makan (1). Tetrasiklin fosfat kompleks tidak terbukti lebih baik absorbsinya dari sediaan tetrasiklin biasa (1).

2.      Distribusi
Dalam plasma serum jenis tetrasiklin terikat oleh protein plasma dalam jumlah yang bervariasi. Pemberian oral 250 mg tetrasiklin, klortetrasiklin dan oksitetrasiklin tiap 6 jam menghasilkan kadar sekitar 2,0-2,5 μg/ml (1).
Masa paruh doksisiklin tidak berubah pada insufisiensi ginjal sehingga obat ini boleh diberikan pada gagal ginjal. Dalam cairan serebrospinal (CSS) kadar golongan tetrasiklin hanya 10-20% kadar dalam serum. Penetrasi ke CSS ini tidak tergantung dari adanya meningitis. Penetrasi ke cairan tubuh lain dalam jaringan tubuh cukup baik. Obat golongan ini ditimbun dalam sistem retikuloendotelial di hati, limpa dan sumsum tulang, serta di dentin dan email gigi yang belum bererupsi. Golongan tetrasiklin menembus sawar uri, dan terdapat dalam air susu ibu dalam kadar yang relatif tinggi. Dibandingkan dengan tetrasiklin lainnya, daya penetrasi doksisiklin dan minosiklin ke jaringan lebih baik (1).

3.      Metabolisme
Obat golongan ini tidak dimetabolisme secara berarti di hati. Doksisiklin dan minosiklin mengalami metabolisme di hati yang cukup berarti sehingga aman diberikan pada pasien gagal ginjal (1).

4.      Ekskresi
Golongan tetrasiklin diekskresi melalui urin berdasarkan filtrasi glomerulus. Pada pemberian per oral kira-kira 20-55% golongan tetrasiklin diekskresi melalui urin. Golongan tetrasiklin yang diekskresi oleh hati ke dalam empedu mencapai kadar 10 kali kadar serum. Sebagian besar obat yang diekskresi ke dalam lumen usus ini mengalami sirkulasi enterohepatik; maka obat ini masih terdapat dalam darah untuk waktu lama setelah terapi dihentikan. Bila terjadi obstruksi pada saluran empedu atau gangguan faal hati obat ini akan mengalami kumulasi dalam darah. Obat yang tidak diserap diekskresi melalui tinja (1).
               Antibiotik golongan tetrasiklin yang diberi per oral dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan sifat farmakokinetiknya, yaitu :
a.        Tetrasiklin, klortetrasiklin dan oksitetrasiklin. Absorpsi kelompok tetrasiklin ini tidak lengkap dengan masa paruh 6-12 jam.
b.        Demetilklortetrasiklin. Absorpsinya lebih baik dari masa paruhnya kira-kira 16 jam sehingga cukup diberikan 150mg per oral tiap 6 jam.
c.        Doksisiklin dan minosiklin. Absorpsinya baik sekali dan masa paruhnya 17-20 jam. Tetrasiklin golongan ini cukup diberikan 1 atau 2 kali 100 mg sehari (1).

5.      Resistensi
Resistenssi terhadap beberapa spesies kuman terutama strepcococus betahelitkus, E coli, streptococcus pneumonia hoeae, bactteroides, N gonorr dan streptococcus aureus makin meningkat resistensinya terhadap tetrasiiln.
Resistensi terhadap suatu tetrasiklin biasanya disertai resistensi  yang lainnya, kecuali minosiklin pada resistensi S. aureus dan doksisiklin  pada  Bacilus  fragilis.

6.      Efek Samping dan kontra indikasi
a.       Efek samping
Iritasi lambung pada pemberian oral. Tromboflebitis pada pemberian injeksi (IV). 
Tetrasiklin terikat pada jaringan tulang yang sedanag tumbuh dan membentuk kompleks. Pertumbuhan tulang akan terhambat sementara pada janin sampai anak tiga tahun. 
Pada gigi susu atau gigi tetap, Tetrasiklin dapat merubah warna secara permanen dan cenderung mengalami karies. Dapat menimbulkan superinfeksi oleh kuman resisten dan jamur, dengan gejala adalah diare akibat terganggunya keseimbangan flora normal dalam usus. Absorbsi Tetrasiklin dihambat oleh antasida, susu, Koloidal bismuth, Fenobarbital, Fenitoin dan Karbamazepin sehingga mengurangi kadar dalam darah karena metabolismenya dipercepat. Tetrasiklin dapat mempengaruhi kerja Penisilin dan Antioagulan. 
b.      Kontra indikasi
- Penderita yang peka terhadap obat-obatan golongan Tetrasiklin. 
- penderita gangguan fungsi ginjal (pielonefritis akut dan kronis).



7.      Farmakodinamik
Tetrasiklin me nghambat sintesis protein bakteri. Obat ini dipakai untuk pengobatan Acne dengan dosis rumatan yang lebih rendah dalam jangka waktu beberapa bulan. Tetrasiklin tidak boleh diminum bersama antasid atau produk dari susu, karena akan mengikat trasiklin menjadi senyawa yang tidak larut, sehingga mengurangi absorpsinya. Tetrasiklin meningkatkan efek antikoagulan oral dan me-ngurangi efek kontrasepsi oral. Efek samping utama dari tetrasiklin adalah fotosensitivitas.

Paparan sinar matahari akan menimbulkan kulit terbakar matahari yang berat. Tetrasiklin tidak boleh dipakai wanita hamil karena adanya kemungkinan efek teratogenik pada janin. Tetrasiklin dapat diberikan per oral, intramuskular, dan intravena. Tetrasiklin oral efektifjika tidak diminum bersama bahan makanan yang terbuat dari susu atau antasid.

Injeksi intramuskular dapat menimbulkan rasa sakit. Tetrasiklin intravena biasanya diberikan dengan infus yang intermiten dalam waktu 5-30 menit. Mula kerja dari tetrasiklin intravena adalah segera, dan waktu untuk mencapai kadar puncak adalah pada akhir pemberian infus.
8.      Cara penggunaan /rute pembagian
Tetrasiklin seringkali diresepkan untuk pemakaian oral meskipun obat ini juga ter¬sedia untuk pemakaian intramuskular dan in¬travena. Karena pemberian tetrasiklin intra¬muskular menimbulkan nyeri pada tempat in¬jeksi dan iritasi pada jaringan, maka rute pemberian ini jarang dipakai.
Rute intravena dipakai untuk mengobati infeksi yang berat. Preparat oral tetrasiklin yang lebih baru, doksisiklin dan minosiklin, lebih cepat dan lebih lengkap diabsorpsi. Tetrasiklin tidak boleh diminum bersama preparat magnesium dan alumunium (antasid), produk susu yang me¬ngandung kalsium, atau obat yang mengan¬dung besi, karena semua substansi ini ber¬ikatan dengan tetrasiklin dan mencegah absorpsi obat. Disarankan agar tetrasiklin, ke¬cuali doksisiklin dan minosiklin, diminum dalam keadaan lambung kososng 1 jam sebe¬lum atau 2 jam setelah makan. Tabel 21-7 menjelaskan preparat tetrasiklin, dosis, pema¬kaian, dan pertimbangan pemakaiannya.

9.      Interaksi obat
·         Golongan tetrasiklin dengan antasida ( termasuk garan alimunium, kalsium, atau magnsium), garam besi, garan zink. Menyababkan absorpsi dan kadar serum tetrasiklin turun.
Pengatasan : tetrasiklin diberikan 1 jam sebalum atau 2 jam setelah antasida.
·         Golongan tetrasiklin dengan garam bismuth menyebabkan kadar serum tetrasiklin turun.
Pengatasan : bismuth diberikan 2 jam setelah tetrasiklin
·         Golongan tetrasiklin dengan cholestyramine atau colestipol menyebabkan absorpsi tetrasiklin turun sehingga kadar serumnya juga turun.
Pengatasan : bila perlu dilakukan penyesuaian dosis tetrasiklin.
·         Golongan tetrasiklin dengan pengalkali urin (contoh: Na. Laktat, K. Sitrat) menyababkan terjadi peningkatan ekskresi dan penurunan kadar serum tetrasiklin.
Pengatasan : pemisahan waktu pemakaian 3-4 jam atau bila perlu dilakukan peningkatan dosis tetrasiklin ( jika pH urin naik signifikan)
·         Golongan tetrasiklin dengan anti koagulan oral. Efek antikoagualan meningkat karena berkurangnya vitamin K yang diproduksi bakteri dalam usus akibat pemakaian tetrasiklin.
Pengatasan : monitor parameter anti koagualan dan bila perlu dosis anti koagualan disesuaikan.
·         Golongan tetrasiklin dengan kontrasepsi oral. Tetrasiklin mempengaruhi resirkulasi enterohepatik kontrasepsi steroid, sehingga menurunkan efeknya.
·         Golongan tetrasiklin denga digoxin. Dapat terjadi peningkatan kadar serum digoxin pada sejumlah kecil pasien ( sekitar 10%).
                  Pengatasan : monitor kadar digoxin dan tanda-tanda toksisitasnya.
10.  Penggunaan Klinik Tetrasiklina.
a.        Tetrasikin
            Tetrasiklin terutama digunakan untuk pengobatan acne vulgaris dan rosacea.      Tetrasikin juga dapat digunakan untuk pengobatan infeksi pada saluran pernafasan, sinus, telinga bagian tengah, saluran kemih, usus dua belas jari dan juga Gonore.
Peringatan: gangguan fungsi hati (hindari pemberian secara i.v), gangguan fungsi ginjal , kadang-kadang menimbulkan fotosintesis.
Efek samping: mual, muntah, diare, eritema.
b.      Doksisiklin
Kegunaan Doksisiklin selain seperti Tetrasiklin juga digunakan untuk pencegahan pada infeksi Antraks. Dan digunakan untuk pengobatan dan pencegahan Malaria, serta perawatan infeksi Kaki Gajah. 

c.       Oksitetrasiklin
Oksitetrasiklin berguna dalam pengobatan infeksi karena Ricketsia dan Klamidia, pada saluran nafas, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak dan infeksi karena hubungan kelamin. 

d.       Minosiklin
Minosiklin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti Pneumonia dan infeksi saluran nafas lain, jerawat dan infeksi kulit, kelamin dan saluran kemih. Minosiklin juga dapat membunuh bakteri dari hidung dan tenggorokan anda yang dapat menyebabkan meningitis. 


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES